Kembali memegang handphone mereka sambil bersantai minum susu jahe nikmat sekali rasanya (Cabang Meruya)

classic Classic list List threaded Threaded
1 message Options
Reply | Threaded
Open this post in threaded view
|  
Report Content as Inappropriate

Kembali memegang handphone mereka sambil bersantai minum susu jahe nikmat sekali rasanya (Cabang Meruya)

opencv-users mailing list

Jumat, 15 Januari 2016
Pengguna Android, yuk download FREE aplikasi: Yemayo
Ada foto-foto menarik kiriman masing-masing cabang dari aktivitas yang berlangsung setiap harinya.

Jumat, 15 Januari 2016

KIRIMAN: Cabang Pluit

|  |
| Setelah semua anak murid pulang, mengapa berpose untuk berfoto, coach? |



|  |
| Gaya yang lucu |


Imbas Hari Bebas Ponsel
     Terinspirasi dari sebuah ads yang menampilkan sudah kurangnya kita berkomunikasi karena pengaruh smartphone yang sudah umum dimiliki banyak orang pada jaman sekarang ini, sudah sejak November 2015, setiap hari Kamis, staff-staff Yemayo AEC sepakat tidak memegang sama sekali handphone mereka dari pukul 06.00 s.d 18.00.
Benarlah, ternyata hari Kamis ini, setelah semua murid pulang, seperti biasa mereka beristirahat; entah siapa yang memulai kegembiraan itu, mereka naik ke mobil pick up milik Pak RT hanya untuk berfoto dan bercanda. Ramai sekali mereka secara aktif mengatur-atur gaya dengan tertawa-tawa. Hhhmm, seandainya mereka memegang handphone masing-masing atau tenggelam dengan aktivitas sendiri-sendiri; sore hari itu pastilah tidak ada canda-tawa di depan Yemayo cabang Pluit itu. Kebersamaan seperti ini sebenarnya penting sekali agar team ini dapat semakin kompak dan mampu bekerjasama ke depannya. Kami telah merasakan kebersamaan yang indah sebagai pengganti waktu memegang handphone; anda bisa mencobanya, jika tidak memegang handphone anda, kegiatan apakah yang akan anda lakukan secara positif?

KIRIMAN: Cabang Kelapa Gading



|  |
| Pendinginan dengan menghadap tembok |


Pendinginan untuk mengembalikan fokus murid untuk lebih memperhatikan
     Kelas-kelas memang diusahakan agar menjadi suatu lingkungan yang nyaman untuk tempat pelatihan; namun sesekali, ada saja murid yang terlalu gembira ataupun protes berlebihan dengan terus berbicara, bermaksud tidak ingin mengerjakan latihan yang diberikan; hal ini perlu diluruskan oleh pelatih agar pelatihan dapat berjalan dengan baik. Sesekali akan ada murid yang mendapat "pendinginan" dengan bentuk menghadap tembok dan berhitung. Jumlah hitungan akan ditentukan oleh pelatih. Jika dirasakan murid dapat segera mengontrol emosinya; maka hitungan itu cukup 1 sampai 15 saja. Jika murid masih terus berulah, hitungan bisa ditambahkan.
     Cara ini hanya dimaksudkan agar murid lebih diam dan mengembalikan fokusnya kepada arahan pelatih agar pelatihan bisa segera dilanjutkan. Mungkin banyak orang mengatakan hal ini sebagai hukuman, namun bagi kami, ini adalah bentuk pengalihan fokus. Jika awalnya murid berfokus pada dirinya sendiri sehingga tidak bisa berfokus pada latihan; maka pendinginan ini dimaksudkan untuk mem-break fokus pada dirinya sendiri sehingga murid dapat lebih mendengarkan arahan pelatih. Biasanya, pada akhir ketika murid kembali ke rumah; mereka tetap ceria saja seperti tidak terjadi apa-apa.

KIRIMAN: Cabang Meruya



|  |
| Permainan (games) yang membuat berkumpul |


Macam-macam permainan (games)

     Ada berbagai macam permainan; namun pilihan permainan yang diberikan sebagai sarana edukasi, ada yang bersifat 'menyatukan' untuk meningkatkan sosialisasi individu, ada yang bersifat 'individu' untuk meningkatkan fokus dan konsentrasi diri masing-masing.
Jika di kelas; pelajaran cukup banyak ditujukan agar murid mendapat pengetahuan atau pelatihan untuk memperkuat potensi diri secara pribadi maka selama waktu beristirahat (break), perlu dicarikan permainan agar murid-murid tidak menyendiri.

Ekstra

Selalu mengarahkan agar murid lebih mandiri
     Semua pelatih (coach) baik di Yemayo AEC maupun di Juniory Pre-School, wajib berusaha membuat murid-murid ataupun anak-anak latihnya menjadi semakin mandiri. Pada awal aktivitas, pelatih akan mulai mengarahkan; kemudian sedapat mungkin pada akhirnya murid diharapkan dapat melakukan aktivitas itu sendiri tanpa bantuan; ini tidak berarti dengan serta merta murid-murid akan dilepas, senantiasa tetap akan didampingi ataupun dijaga dengan porsi yang tidak berlebihan.
     Foto-foto di bawah ini adalah contoh dari proses seorang coach untuk membuat anak latihnya mampu melakukan sesuatu sendiri. Lihatlah posisi tangan coach Ponam, SP ini; perhatikan juga bentuk penyerahan dirinya untuk membantu murid sampai melepaskan:



|  |
| 1. Pelatih membungkuk & tangan masih mencengkram |


|  |
| 2. Pelatih mulai memberikan kepercayaan
walaupun tangan masih menjaga murid |


|  |
| 3. Tangan mulai melepas walau posisi badan
membungkuk untuk berjaga |


|  |
| 4. Mencoba melepas namun masih siaga |



|  |
| Ini adalah murid-murid yang tidak lagi
dijaga terlalu dekat |

Merayakan selesainya Hari Bebas Ponsel hari ini, pukul 18.00


|  |
| Sudah tidak bermuka sedih; namun masih berebutan meminta handphone
mereka kembali (Cabang Pluit) |


|  |
| Kembali memegang handphone mereka sambil bersantai minum susu jahe
nikmat sekali rasanya (Cabang Meruya) |


Loading...